Ayah terbaring kaku
Kulihat isak tangis sang Ibu yang memilukan
Duka hebat menyelimuti keluarga ku
Ayah sudah tidak bernyawa
Ayah sudah menghadap yang kuasa
Ayah tidak akan meraung kesaitan lagi
Sakit ayah sudah sembuh
Ayah meninggalkan Istri dan 5 putri-1 putranya
Kesedihan yang sangat dalam
Seakan semuanya hancur
Seakan bumi menolak
Seakan tidak ada tanah tempat untuk berpijak
Namun Tuhan maha pengasih
Waktu terus berjalan
Kini 16 Tahun sudah berlalu
Semua baik-baik saja
Tidak mudah bagi seorang Ibu,
Membesarkan 6 Orang anaknya
Namun istri Ayah adalah Ibu yang tangguh
Semua dilalaluinya sendiri
Kelima Putri Ayah sangatlah cantik
Dan putra ayah sangatlah tampan
Apakah Ayah melihatnya dari surga ???
Rabu, 03 Desember 2014
Selasa, 25 November 2014
RINDUKU PADAMU
Keinginan untuk menyapamu
Hasrat untuk melihatmu
Beribu rasa rinduku padamu
Apa kau merindukan ku juga?
Aku tahu, kau bahagia tanpaku
Mungkin, karena seseorang sudah mengisi hatimu
Walau cintaku lebih besar dari cintanya
Aku ingin bertemu denganmu
Bertemu kembali itu adalah anugrah bagiku
Datanglah dan katakan "Selamat tinggal" padaku
Jangan buat aku menunggu lebih lama lagi
Itu sangat menyakitkan dan melelahkan
Jangan buat aku seperti bunga yang kering,
Berguguran lalu di hempas angin
Hasrat untuk melihatmu
Beribu rasa rinduku padamu
Apa kau merindukan ku juga?
Aku tahu, kau bahagia tanpaku
Mungkin, karena seseorang sudah mengisi hatimu
Walau cintaku lebih besar dari cintanya
Aku ingin bertemu denganmu
Bertemu kembali itu adalah anugrah bagiku
Datanglah dan katakan "Selamat tinggal" padaku
Jangan buat aku menunggu lebih lama lagi
Itu sangat menyakitkan dan melelahkan
Jangan buat aku seperti bunga yang kering,
Berguguran lalu di hempas angin
KITA HANYA KENANGAN
Lama kita bersama
Membuat beribu kisah
Dan berjuta kenangan
Kadang terasa pahit
Kadang terasa manis
Dan itulah cinta kita
Kita lalui bersama
Kesabaran mu itulah ketenangan ku
Tidak ingin jauh darimu
Kaulah pemenang hatiku
Namun Tuhan berkehendak lain
Kekuasaannya yang agung membuat kita berpisah
Rasa cinta di hati telah sirna
Kini kau dan aku hanyalah kenangan
Membuat beribu kisah
Dan berjuta kenangan
Kadang terasa pahit
Kadang terasa manis
Dan itulah cinta kita
Kita lalui bersama
Kesabaran mu itulah ketenangan ku
Tidak ingin jauh darimu
Kaulah pemenang hatiku
Namun Tuhan berkehendak lain
Kekuasaannya yang agung membuat kita berpisah
Rasa cinta di hati telah sirna
Kini kau dan aku hanyalah kenangan
KETANGGUHAN SEORANG IBU
Ibu...
Tidak mudah bagimu membesarkan 6 orang anak
Panas terik Matahari engkau tahan
Hujan rintik engkau abaikan
Semua engkau lakukan demi Putra & Putri mu
Ibu...
Masih teringat oleh ku,
Kebaya usang yang engkau kenakan setiap minggu
Kebaya yang membosankan yang tidak dapat engkau ganti
Ibu...
Sungguh mulia hatimu
Tidak dengan Kebaya yang bagus engkau beribadah
Tidak dengan perhiasan yang mewah, tapi
Hatimu yang tuluslah kau buat memuji Tuhanmu
Ibu....
Engaku benar hati yang tuluslah yang Tuhan inginkan
Walau engkau mampu mebelikan kebaya bagus, tapi tidak kau lakukan
Semua engkau lakukan demi anak-anakmu
Ibu...
Dikala matahari terbit, engkau bergegas keladang mu
Dikala matahari terbenam engkau pulang dengan ikatan kayu dan hasil ladang mu
Semua engkau lakukan tanpa seorang suami di samping mu
Ibu...
Belum pernah kutemukan seperti mu
Kasih mu tulus menjaga dan membeningkan hati
Ibu...
Aku banyak belajar dari mu
Belajar mengahadapi sulit nya hidup
Belajar menjadi menjadi kuat & menjadi pribadi yang tangguh
Ibu....
Kau bagaikan mata air Jernih
Tempat menhilangkan haus dahaga
Kau seperti Purnama dimalam hari
Menerangi kegelapan
Ibu...
Tidak dapat kubalas kasih mu
Tapi aku selalu berdoa untukmu
Kiranya Tuhan memberimu umur panjang dan Sukacita
Tidak mudah bagimu membesarkan 6 orang anak
Panas terik Matahari engkau tahan
Hujan rintik engkau abaikan
Semua engkau lakukan demi Putra & Putri mu
Ibu...
Masih teringat oleh ku,
Kebaya usang yang engkau kenakan setiap minggu
Kebaya yang membosankan yang tidak dapat engkau ganti
Ibu...
Sungguh mulia hatimu
Tidak dengan Kebaya yang bagus engkau beribadah
Tidak dengan perhiasan yang mewah, tapi
Hatimu yang tuluslah kau buat memuji Tuhanmu
Ibu....
Engaku benar hati yang tuluslah yang Tuhan inginkan
Walau engkau mampu mebelikan kebaya bagus, tapi tidak kau lakukan
Semua engkau lakukan demi anak-anakmu
Ibu...
Dikala matahari terbit, engkau bergegas keladang mu
Dikala matahari terbenam engkau pulang dengan ikatan kayu dan hasil ladang mu
Semua engkau lakukan tanpa seorang suami di samping mu
Ibu...
Belum pernah kutemukan seperti mu
Kasih mu tulus menjaga dan membeningkan hati
Ibu...
Aku banyak belajar dari mu
Belajar mengahadapi sulit nya hidup
Belajar menjadi menjadi kuat & menjadi pribadi yang tangguh
Ibu....
Kau bagaikan mata air Jernih
Tempat menhilangkan haus dahaga
Kau seperti Purnama dimalam hari
Menerangi kegelapan
Ibu...
Tidak dapat kubalas kasih mu
Tapi aku selalu berdoa untukmu
Kiranya Tuhan memberimu umur panjang dan Sukacita
Langganan:
Postingan (Atom)